Bolehkah Bercumbu dan Mencium Istri di Bulan Puasa Dalam Islam?

Bolehkah Bercumbu dan Mencium Istri di Bulan Puasa Dalam Islam?Bolehkah Bercumbu dan Mencium Istri di Bulan Puasa Dalam Islam?,-  Saat sedang puasa atau di bulan ramadhan bagi kalangan kaum muslim adalah bulan yang penuh dengan berkah serta kemuliaan, dimana saat itu semua kaum muslim berlomba-lomba dalam hal kebaikan. Namun sayangnya pada bulan ini para pasangan suami tidak di perbolehkan berhubungan badan/senggama atau jimak di siang hari di bulan ramadhan.

 

Yang menjadi pertanyaan di sini adalah bolehkah pasangan suami-istri hanya bercumbu atau mencium pasangannya di siang hari bulan ramadahan? Mari kita bahas…

Boleh mencumbu istri ketika sedang puasa, dengan syarat aman dari keluar mani.

Di antara dalilnya:

Pertama, dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan:


كان رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُقَبِّلُ وهُو صَائِمٌ وَيُباشِر وَهُو صَائِمٌ ولَكِنَّه كَان أَملَكَكُم لأَرَبِه

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mencium dan bercumbu dengan istrinya ketika puasa, namun beliau adalah orang yang paling kuat menahan nafsunya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

 

Kedua, dalam riwayat yang lain, Aisyah juga mengatakan:


كان رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم يُقَبِّلُني وهُو صَائِمٌ وأنا صائمة

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menciumku ketika beliau sedang berpuasa dan aku juga berpuasa.” (Abu Daud dengan sanad sesuai syarat Bukhari)

Ketiga, Dalam hadis Ummu Salamah juga menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciumnya ketika beliau sedang puasa (HR. Bukhari)

 

Sementara syarat tidak boleh keluar mani adalah hadis yang menyebutkan keutamaan puasa. Dalam hadis tersebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan sifat orang yang berpuasa, dia tinggalkan makanan, minuman, dan syahwatnya,

 

dalam hadis qudsi tersebut Allah berfirman:


كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ: فَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ، إِلَّا الصِّيَامَ هُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، إِنَّهُ يَتْرُكُ الطَّعَامَ وَشَهْوَتَهُ مِنْ أَجْلِي

“Semua amal Ibnu Adam itu miliknya, dan setiap ketaatan dilipatkan sepuluh kali sampai 700 kali. Kecuali puasa, yang itu

milik-Ku dan aku sendirilah yang akan membalasnya. Dia tinggalkan makanan dan syahwatnya karena-Ku.” (HR. Ad-Darimi, At-Thabrani, Ibnu Khuzaimah, dll)

Allah sifati orang yang berpuasa adalah orang yang meninggalkan syahwatnya. Artinya jika dia sampai keluar mani ketika mencumbu istrinya maka dia telah menunaikan syahwatnya, sehingga puasanya batal.

 

Semakna dengan hadis ini adalah riwayat dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhuma bahwa Umar bin Khothab radhiallahu ‘anhu, beliau mengatakan:


هَشَشتُ يَوْمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ صَنَعْتُ الْيَوْمَ أَمْرًا عَظِيمًا فَقَبَّلْتُ وَأَنَا صَائِمٌ


“Suatu hari nafsuku bergejolak maka aku-pun mencium (istriku) padahal aku puasa, kemudian aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aku berkata: Aku telah melakukan perbuatan yang berbahaya pada hari ini, aku mencium sedangkan aku puasa.

 

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


أَرَأَيْتَ لَوْ تَمَضْمَضْتُ بِمَاءٍ وَأَنْتَ صَائِمٌ

“Apa pendapatmu kalau kamu berkumur dengan air padahal kamu puasa?” Aku jawab: Boleh. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Lalu kenapa mencium bisa membatalkan puasa?” (HR. Ahmad dan dishahihkan Syu’aib Al Arnauth)

 

Dalam hadis Umar di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meng-qiyaskan (analogi) antara bercumbu dengan berkumur. Keduanya sama-sama rentan dengan pembatal puasa. Ketika berkumur, orang sangat dekat dengan menelan air. Namun selama dia tidak menelan air maka puasanya tidak batal. Sama halnya dengan bercumbu. Suami sangat dekat dengan keluarnya mani. Namun selama tidak keluar mani maka tidak batal puasanya.

 

Semoga jawaban dari pertanyaan Anda : Bolehkah Bercumbu dan Mencium Istri di Bulan Puasa Dalam Islam? Sudah terjawab dengan kalimat diatas…. Terimakasih

 

Obat kuat herbal

Bagikan

Update Terkait

Copyright © | SolusiSpermaEncer.com | pemesananherbal123@gmail.com

Daftar Rekening

  • transfer BCA rumahherbal 123 No.Rek 2471767371 atas nama MUSYAFAK
  • transfer Mandiri rumahherbal 123 No.Rek 900-00-2844212-8 atas nama MUSYAFAK
  • transfer BNI rumahherbal 123 No.Rek 0379155545 atas nama MUSYAFAK
  • transfer BRI rumahherbal 123 No.Rek 5896-01-001373-50-9 atas nama MUSYAFAK