Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

Makanan yang baik untuk penderita diabetesMakanan yang baik untuk penderita diabetes,- Pola hidup sehat harus di biasakan sedini mungkin, mulai dari makanan, aktivitas, pola tidur dan lain sebagainya. Hal tersebut berkaitan dengan kesehatan tubuh Anda sendiri, contohnya sekarang banyak sekali penyakit yang mudah menyerang salah satunya adalah penyakit diabetes. Diabetes melitus, DM (bahasa Yunani: διαβαίνειν, diabaínein, tembus atau pancuran air) (bahasa Latin: mellitus, rasa manis) yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Wikipedia.org

Makanan untuk penderita diabetes memiliki beberapa aspek penting. “Makan sehat adalah cara termudah mengelola diabetes,” ujar DR. dr. A.R. Inge Permadhi, MS, SpGK., pada seminar “Hari Diabetes Sedunia: Makanan Sehat” yang diadakan oleh Soyjoy dan MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.

Berat badan sangat memengaruhi kesehatan penderita diabetes. Oleh karena itu, penderita diabetes harus menimbang berat badan setiap seminggu sekali. “Jadi, kenaikan berat badan yang berlebihan bisa dikendalikan lebih dini,” ucap dr. Inge. Selain itu, hitunglah BMI (Body Mass Index) untuk mengetahui apakah Anda termasuk kelebihan berat badan atau tidak. Di mana BMI yang normal adalah BMI 18,5 – 24.

Bicara soal makanan untuk penderita diabetes, perhatikan 4 hal yaitu jumlah, jenis, jadwal makan, dan cara memasak. Jumlah makanan yang dikonsumsi adalah energi masuk dan tenaga yang dikeluarkan untuk beraktivitas alias energi keluar. Jumlah energi masuk dan energi keluar harus setara.

Nah, inilah cara mengukur jumlah makanan yang sebaiknya Anda konsumsi, “Karbohidrat satu kepal tangan, protein satu telapak tangan, sayur dua tangan ditangkup, minyak satu ruas jari, dan buah satu kepal tangan.”

Contoh makanan untuk penderita diabetes adalah ikan, putih telur, tahu, tempe, dan ayam tanpa kulit. “Daging boleh, tapi pilih yang rendah lemak. Susu pilih yang non fat sebab susu tinggi lemak bisa meningkatkan kadar kolesterol. Demikian juga kuning telur.”

Minyak pun harus diperhatikan. “Minyak yang dipanaskan hingga 80 derajat Celsius justru akan rusak. Jadi, minyak sayur hingga olive oil tidak boleh dipakai menggoreng atau menumis.” Penderita diabetes juga sebaiknya menghindari seafood sebab tinggi kolesterol. “Misalnya, kerang, udang, dan cumi.”

Santan pun demikian meski termasuk lemak nabati yang tidak mengandung kolesterol. “Hati bisa mengubah minyak nabati yang digunakan untuk menggoreng atau menumis menjadi kolesterol.” Lalu, bagaimana bila penderita diabetes ingin menggoreng atau menumis? “Tumis bumbu, lalu buang minyaknya. Setelah itu, masukkan olive oil. ”Bicara soal olive oil, dr. Inge memberikan tips memilih olive oil. “Belilah extra virgin oil yang dikemas dalam botol kecil dan gelap serta labelnya mencantumkan ‘first cold pressed’.”

Penderita diabetes juga harus memperhatikan indeks glikemik atau makanan yang dapat meningkatkan gula darah. “Ada makanan yang baru dimakan setengah jam bisa menaikkan gula darah dengan cepat. Makanan ini bisa membahayakan penderita diabetes sebab bisa melukai pembuluh darah sebab insulin tidak bekerja dengan normal.”

Lantas, apa makanan untuk penderita diabetes yang sebaiknya dikonsumsi?

“Beras merah bagus untuk penderita diabetes sebab kulit arinya banyak sehingga memiliki serat berlimpah. Kulit ari ini melindungi karbohidrat sehingga pelan-pelan dikeluarkan saluran cerna ke aliran darah. Alhasil, gula darah tidak cepat naik.” Bila Anda belum biasa memakan nasi merah, dr. Inge menyarankan agar Anda mencampurnya terlebih dulu dengan nasi putih. “Bubur beras putih juga kurang bagus sebab karbohidratnya sudah pecah sehingga lebih cepat menaikkan gula darah.”

Diet penderita diabetes dengan makanan sehat

Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, prediabetes merupakan kondisi peringatan sebelum seseorang benar-benar menderita diabetes. Kondisi prediabetes sendiri ditandai dengan tingginya kadar glukosa atau gula dalam darah karena adanya resistensi terhadap insulin. Resistansi insulin ini merupakan gejala awal dari adanya diabetes tipe 2 pada para penderita kondisi prediabetes.

Meski belum menjadi diabetes, namun kondisi prediabetes  perlu segera ditangani, karena ada kecenderungan perubahan menjadi diabetes dalam kurun waktu 10 tahun. Selain itu,  prediabetes juga meningkatkan risiko pasien untuk menderita penyakit jantung. Tindakan pencegahan dengan penyesuaian gaya hidup perlu dilakukan agar kelebihan berat badan maupun gula dalam darah dapat diturunkan hingga ke level normal.

Berbagai faktor risiko yang memungkinan seseorang mengalami prediabetes adalah keturunan, kelebihan lemak tubuh serta kurang aktif bergerak. Pada kondisi prediabetes yang demikian, gula dari makanan mulai menumpuk di dalam aliran darah, karena insulin kehilangan kemampuan aslinya untuk memindahkan dan memproses gula ke dalam sel-sel di tubuh. Terlalu banyak makan karbohidrat akan meningkatkan gula darah dengan cepat. Dan pada tahapan pradiabetes, tubuh penderita akan mengalami kesulitan mendistribusikan gula darah secara merata.

Jenis makanan yang perlu diwaspadai dan diatur konsumsinya oleh penderita pradiabetes adalah karbohidrat yang juga menjadi sumber kalori pemberi energi dan sumber kenaikan gula dalam darah. Memperhatikan indeks glikemik dari suatu makanan dapat memberitahukan pada penderita pradiabetes, hubungan antara karbohidrat dan peningkatan dalam gula darah. Indeks glikemik akan membantu penderita pradiabetes untuk menentukan jenis karbohidrat mana yang aman, yang dicerna tubuh secara perlahan dan dapat mencegah peningkatan gula darah secara tiba-tiba.

eski sangat diperlukan untuk menjaga pola makan, indeks glikemik akan lebih sulit ditentukan apabila makanan yang dikonsumsi kemudian bercampur dengan jenis makanan lain. Sifat indeks glikemik yang berubah-ubah kadang dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para penderita prediabetes untuk menaatinya. Berikut ini cara mengetahui indeks glisemik pada makanan yang dikonsumsi:

1.Indeks glikemik tinggi dengan angka indeks di atas 70

2.Indeks glikemik medium dengan angka indeks di antara 56 dan 69

3.Indeks glikemik rendah dangan angka indeks dimulai dari 55 ke bawah

Makanan yang tergolong ke dalam kategori tinggi indeks glikemik tinggi merupakan jenis karbohidrat yang paling cepat dicerna dan tidak baik bagi pemilik kondisi prediabates. Contoh jenis makanan berindeks glikemik tinggi yang harus dibatasi konsumsinya adalah roti dari tepung putih, kentang dan nasi putih. Dari semua kategori indeks glikemik, jenis terbaik tentu adalah makanan berindeks glikemik rendah seperti roti gandum, nasi merah, oats yang masih kasar (bukan yang instan), sayuran tanpa kandungan zat tepung macam wortel dan sayuran ladang, kacang-kacangan, ubi jalar, jagung dan pasta yang terbuat dari gandum.

Untuk memastikan apakah makanan yang dibeli merupakan jenis makanan rendah kadar glikemik atau bukan, selalu lihat pada bagian informasi nutrisi. Kandungan serat yang tinggi biasanya menandakan adanya kadar glisemik yang lebih rendah. Hindari makanan olahan karena kadar indeks glikemik yang tinggi, begitu pula dengan jenis makanan yang mengandung banyak lemak tersaturasi.

Selain mengawasi kadar indeks glisemik, usahakan juga untuk selalu melakukan kontrol terhadap porsi makan. Meskipun jenis makanan yang dikonsumsi adalah makanan yang rendah kadar indeks glisemiknya, jika porsi makanan tetap banyak, maka gula darah juga akan mengalami peningkatan.

itulah makanan sehat yang baik untuk penderita diabetes, semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda.
 
Ditinjau oleh: dr. Rahajeng A.P

Bagikan

Update Terkait


Notice: Undefined offset: 40 in /home4/ajib/public_html/rumahherbal123.com/core/products.php on line 605
Copyright © | SolusiSpermaEncer.com | pemesananherbal123@gmail.com

Daftar Rekening

  • transfer BCA rumahherbal 123 No.Rek 2471767371 atas nama MUSYAFAK
  • transfer Mandiri rumahherbal 123 No.Rek 900-00-2844212-8 atas nama MUSYAFAK
  • transfer BNI rumahherbal 123 No.Rek 0379155545 atas nama MUSYAFAK
  • transfer BRI rumahherbal 123 No.Rek 5896-01-001373-50-9 atas nama MUSYAFAK